Stadion Sepakbola Maguwoharjo

Kandang PSS Sleman berkapasitas 40.000 penonton yang dibangun pada tahun 2005 ini berfungsi lebih dari sekedar menjadi stadion sepakbola bertaraf internasional yang jadwal penggunaannya padat dan diurutkan dalam “10 besar stadion sepak bola di Indonesia” oleh beberapa sumber. Pada tangal 30 Nopember 2010, 5830 penduduk yang harus dievakuasi untuk menghindari bahaya meletusnya Gunung Merapi mendapatkan perlindungan di sini. Penduduk juga sering terlihat menggunakan fasilitas di halaman depan stadion untuk belajar dan berlatih mengemudikan mobil.

Read More

Lampu-lampu Malioboro

Lampu-lampu berselera antik yang dipasang pada tahun 1978-1980 seperti ini menghiasi dan menerangi Jalan Mangkubumi dan Malioboro dan telah menjadi salah satu icon kota Yogyakarta.

Read More

Blangkon

Blangkon (belangkon) adalah tutup kepala dari kain batik yang merupakan bagian dari pakaian tradisional Jawa bagi kaum pria yang hingga saat ini sangat banyak digunakan. Selain cerita rakyat tentang asal usul blangkon yang menyangkut kiat Aji Saka dalam mengalahkan Dewata Cengkar yang terkenal itu, tutup kepala tradisional Jawa ini mengundang beragam interpretasi tentang asal-usulnya, dan bentuknya bervariasi, walau pun pada dasarnya bahan dan cara pembuatan mereka serupa.

Ada beberapa pendapat mengenai asal usul blangkon. Satu sumber mengatakan bahwa blangkon berasal dari kata  Jawa blangko yang artinya suatu bentuk yang harus diisi.  .  Satu sumber mengatakan bahwa adalah blangkon adalah penyesuaian Islami dari penutup kepala pria sebelumnya yang disebut udheng atau iket, yaitu penutup kepala yang dibuat dari kain batik yang dililit di kepala, mirip seperti sorban  yang dikenakan oleh para pedagang Gujarat yang melakukan aktifitas perdagangan di pulau Jawa di masa lalu.  Sumber lain mengatakan bahwa blangkon dipopulerkan pada masa kesulitan ekonomi di masa perang.  Untuk menghemat bahan, para petinggi keraton memerintahkan seniman untuk menciptakan tutup kepala yang hanya menggunakan bahan setengah dari bahan yang biasa dipakai untuk membuat tutup kepala saat itu. 

 Blangkon terbuat dari kain batik yang mempunyai panjang dan lebar yang sama, yaitu 105 cm. Kain batik dipakai untuk menutupi ‘cetakan’  blangkon yang terbuat dari karton.  Di masa lampau cetakan blangkon dibuat dari bahan alamiah seperti pelepah pisang yang sudah kering yang dibuat menjadi kaku dengan perekat alami seperti kanji, atau dari bahan kulit yang sudah kering, seperti yang dipakai untuk membuat wayang kulit.

 

 Pada masa lalu motif kain batik yang dipakai untuk membuat blangkon menentukan apakah pemakainya adalah kaum ningrat atau masyarakat umum.  Di masa kini blangkon dipakai oleh masyarakat umum dalam acara acara kesenian atau seremonial, bersamaan dengan penggunaan pakaian tradisional Jawa.      

 

Dari segi bentuk terdapat paling tidak dua jenis blangkon, yaitu blangkon Yogya (Yogyakarta), yang juga dikenal dengan blangkon Mataraman, dan Blangkon Solo (Surakarta).  Blangkon Yogya mempunyai bagian yang menonjol seperti telur di bagian belakang kepala yang dinamakan mondholan.  Di masa lalu, rambut pria yang panjang digulung dan diikat di bagian belakang kepala.  Mondholan disediakan untuk menjadi tempat gulungan rambut.  Kini, karena rambut pria tidak lagi panjang, mondholan hanya bersifat dekoratif.  Pada blangkon Solo, mondholan berbentuk pipih, dan karena itu dinamakan juga sebagai blangkon trepes (pipih dalam bahasa Jawa).

Lebih dari sekedar menjadi atribut tetap pakaian tradisionil Jawa, blangkon telah meningkat menjadi icon dan benda klasik. Sebagai contoh, seseorang yang memakai blangkon Yogya langsung diidentifikasikan dengan orang Yogya, dan banyak perusahaan mau pun organisasi yang melibatkan karakter yang memakai blangkon dalam logo mereka. Blangkon sangat tradisionil, namun ia bertahan untuk terus dipakai, diproduksi, dan keren dari masa ke masa.

Read More

Artikel Terpopuler

Barumun Abadi

Penukar uang yang ternama di Yogyakarta. Berlokasi di Jalan Malioboro dalan area Hotel Garuda.

...

Read More

Berita Terbaru

Pinjam Buku di Perpusda Yogya Kelak Bisa Diantar

Sejak dicanangkan sebagai laboratorium inovasi daerah pada bulan Februari kemarin, berbagai satua...

Read More

Coba

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been t...

Read More

Event Terbaru

Malam Pelepasan Sarjana

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been t...

Read More

Creative Design

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been t...

Read More

Ogoh Ogoh Jogja

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been t...

Read More